Wisma Atlet Kemayoran yang Disulap Jadi RS Darurat Covid-19
Wisma Atlet Kemayoran yang Disulap Jadi RS Darurat Covid-19

Selasa, 24 Mar 2020 | 08:36:26 WIB - Oleh Administrator


JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meresmikan rumah sakit darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Wisma atlet ini pernah digunakan pada perhelatan Asian Games 2018. Jokowi tiba di Wisma Atlet pada pukul 09.00 mengenakan kemeja putih dan masker berwarna hijau. Kedatangannya disambut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan sejumlah pejabat lainnya. Jokowi langsung memeriksa sejumlah ruangan di Wisma Atlet tersebut seperti ruangan instalasi gawat darurat dan ruang Isolasi.

Para pejabat publik yang menemani Jokowi ikut memberikan penjelasan disetiap titik ruangan di RS Darurat Penanganan Covid-19 itu. Sebelum, meninggalkan Wisma Atlet, Jokowi memberikan arahan kepada Doni Mardono dan Erick Thohir. Pada Minggu (24/3/2020) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, empat menara Wisma Atlet yaitu menara 1,3,6, dan 7 sudah dilakukan sedikit modifikasi sebelum resmi digunakan pada Senin (23/3/2020). Menurut dia, modifikasi yang dilakukan dengan tiga tahapan yaitu pertama, pembersihan. Kedua, penyemprotan seluruh bangunan baik indoor maupun outdoor dengan desinfektan. Ketiga modifikasi bangunan di Menara 1, 3, 6, dan 7,  yang dilengkapi laboratorium farmasi, dan peralatan medis portable.  Adapun RS Darurat Penanganan Covid-19 ini diperuntukkan bagi mereka yang menunjukkan gejala Covid-19 atau sakit ringan. Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto saat konferensi pers di Jakarta, Minggu (22/3/2020). "Yang kondisinya ringan, positif, sudah terjadi di rumah sakit, bisa didorong ke Wisma Atlet ini," Terawan.

Ia mengatakan, pemeriksaan harus dilakukan rumah sakit bukan hanya rapid test melainkan pemeriksaan swab. Lantas, seperti apa fasilitas-fasilitas kesehatan di RS Darurat Penanganan Covid-19 ini? 3.000 tempat tidur Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, pemerintah menyiapkan sekitar 3.000 tempat tidur untuk merawat pasien covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran. "Segala sesuatu kita siapkan dengan maksimal sehingga kita bisa setidaknya siapkan 3.000-an tempat tidur pada saat awal," ujar Yuri. Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Agus Wibowo menjelaskan rincian dari penggunaan empat tower di Wisma Atlet tersebut yaitu, Tower 1, lantai 1 sampai 24 digunakan untuk dokter dan tenaga medis dengan kapasitas 650 unit dan dapat menampung maksimal 1.750 orang. Tower 3, lantai 1 sampai 24 untuk posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dengan jumlah unit yang tersedia sebanyak 650 unit dan dapat menampung maksimal 1.750 orang. Tower 6, mulai lantai 1 hingga 24 akan digunakan sebagai ruang rawat inap pasien.

Kapasitas yang tersedia adalah 650 unit dan dapat menampung 1.750 orang. Satu kamar diperkirakan dapat menampung dua hingga tiga orang pasien. Terakhir, Tower 7, dibagi menjadi beberapa fungsi. Pada lantai 1 akan digunakan sebagai IGD, lantai 2 untuk ICU, dan lantai 3 untuk ruang refreshing. Kemudian, lantai 4 sampai 24 akan digunakan sebagai ruang rawat inap pasien. Kapasitas di Tower 7 adalah 886 unit dengan kapasitas ruang rawat maksimal adalah 2.458 pasien. Tiga Zona untuk empat menara Lebih lanjut Agus mengatakan, rumah sakit darurat ini akan dibagi dalam tiga zona: hijau, kuning, dan merah. Zona Hijau, kata Agus, Tower 1 yang akan diisi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Zona ini hanya dapat dimasuki oleh orang yang berkepentingan yaitu pihak TNI, Polri, BNPB dan kelompok relawan. "Kedua, Zona Kuning adalah Tower 3, akan diisi oleh Dokter, Perawat dan Petugas Para medis lainnya," ujarnya.
 

Kemudian, Zone Merah yaitu untuk Tower 6-7, adalah RS Darurat Penanganan Covid-19 untuk merawat pasien Covid-19. "Hanya mereka yang menggunakan APD lengkap yang dapat masuk ke zona ini selain pasien," ucapnya.

Terkait tenaga medis, Agus mengatakan, sudah ada 155 personel kesehatan angkatan darat ke RS Darurat Penanganan Covid-19 di Kemayoran yang terdiri dari 11 dokter spesialis, 30 dokter umum, 1 apoteker, 3 asisten apoteker, 5 analis laboratorium, 5 penata rontgen, 50 perawat umum, 50 personel non medis.  "Mereka akan bertugas selama 1 bulan, sesuai surat nomor B/882/III/2020 tertanda Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat, Mayjen TNI dr. Tugas Ratmono," tuturnya. Tiga Satgas dikerahkan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya Yudo Margono mengatakan, ada tiga Satgas yang siap mendukung operasional RS tersebut. Yudo mengatakan, tiga Satgas itu adalah Satgas pendamping, satgas pendukung dan satgas pengamanan yang berjumlah 566 orang.

"Satgas pendamping terdiri dari tenaga medis yang menangani langsung di ring 1. Kemudian untuk satgas pendukung yang terdiri dari para pendukung dalam hal ini tim yang memasak, pengendali dari Kodam, kita dari Kogabwilhan," kata Yudo melalui live streaming BNPB Indonesia, Senin (23/3/2020). "Kemudian ada satgas PAM yang terdiri dari satuan petugas pengamanan Marinir, Koppasus, dan Paskhas TNI AU," ujarnya. Yudo mengatakan, tiga Satgas tersebut memiliki peran dan fungsi yang dipimpin oleh Pangdam Jaya. Adapun susunannya, kata Yudo, satgas pendamping berjumlah 225 orang yang terdiri dari unsur TNI dan Kementerian Kesehatan. 

Kemudian, Satgas pendukung berjumlah 161 orang yang terdiri dari unsur Polri, TNI dan ahli gizi serta Satgas pengamanan berjumlah 180 orang yang terdiri dari Marinir, Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dan Pasukan Khas (Paskhas). "Sehingga jumlah keseluruhan dari Kogasgabad Wisma Atlet berjumlah 566 orang," pungkasnya.